LAPORAN FIELD TRIP MK ANALISIS PELUANG PASAR AGRIBISNIS KE SABILA FARM POLBANGTAN YOGYAKARTA

I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Fieldtrip merupakan kegiatan praktek akademik bagi mahasiswa sehingga diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktek mandiri yang nantinya akan berguna untuk pengembangan profesinya sebelum menyusun laporan. Secara spesifik tujuan fieldtrip adalah untuk menerapkan,membandingkan dan menelaah ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan serta dilatih menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan. Kegiatan fieldtrip dilakukan pada mahasiswa semester 1 dalam waktu satu hari. Fieldtrip dilaksanakan sebagai kegiatan pembelajaran untuk memberikan pengalaman budidaya atau usaha kepada mahasiswa dalam rangka menerapkan atau membandingkan teori dan pengetahuan yang telah diterimanya dalam perkuliahan atau praktikum dengan situasi nyata di tempat fieldtrip baik dari aspek akademis.

Fieldtrip dilakukan di Sabila Farm. Sabila Farm merupakan Agrowisata dan memproduksi buah-buahan yang berada di Jalan Kaliurang KM 18,5 Dusun Kertodadi Pakem Sleman Yogyakarta. Bentuk badan hukum yang dimiliki oleh Sabila Farm yaitu UD (Usaha Dagang). Sabila Farm memiliki visi dan misi yang ingin dicapai. Visi yang dimiliki oleh Sabila Farm yaitu meningkatkan kuantitas dan kualitas komoditas buah naga dan buah lainnya dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertanian, sedangkan misi dari Sabila Farm yaitu memperluas lahan penanaman buah naga dan buah lainnya, menerapkan teknologi budidaya dan pascapanen buahnaga dan buah lainnya dan menyelenggarakan pelatihan dan penelitian bagi masyarakat dan mahasiswa.

UD.Sabila Farm merupakan salah satu perusahaan hortikultura, khususnya buah-buahan yang didirikan pada tahun 2005. Sabila Farm saat ini sudah memiliki lahan seluas 11 hektar dengan menyewa lahan kas Desa Pakembinangun, Sleman Yogyakarta. Luasan 5 hektar untuk komoditas buah naga dan sisanya ditanami oleh komoditas papaya, sirsak, srikaya jumbo, ciplukan, durian musang king, alpukat, jambu air, jambu kristal, lemon seedless pakem, jeruk dekopon dan kurma. Jenis buah naga yang ditanam adalah varietas Buah Naga Sabila Putih dan Buah Naga Sabila merah.

 Buah naga adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus, Buah ini berasal dari MeksikoAmerika Tengah dan Amerika Selatan , namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti TaiwanVietnamFilipinaIndonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di OkinawaIsraelAustralia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereushanya mekar pada malam hari.

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).

B.                                                                                                                    B Tujuan

1.    Memenuhi tugas matakuliah Analisis Peluang Agribisnis.

2.  Mememuhi pengumpulan data dan informasi mengenai Analisis Peluang Pasar agribisnis yang ada di Sabila Farm.

3. Mendapatkan pengetahuan dan wawasan tetantang agropreneur dan peluang pasar Hortikultura.

4.    Mampu mengidentifikasi peluang pasar yang ada di Sabila Farm

5.    Mengetahui cara budidaya buah dengan baik dan benar terutama buah naga.

6. Mampu meningkatkan kerjasama dan silahturahmi antar pihak Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang dengan pihak Sabila Farm.

C.                                                                                                                                            C. Manfaat

1.    Mahasiswa mampu medapatkan informasi mengenai peluang pasar yang terjadi di Sabila Farm.

2.    Mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan wawasan  tentang agropreneur dan peluang Hortikultura.

3.    Mahasiwa mengetahui cara mengidentifikasi peluang pasar di Sabila Farm.

4.    Mahasiswa mengetahui cara budidaya buah dengan baik terutama buah naga.

II. PELAKSANAAN

A.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan fieldtrip dilaksanakan pada hari Jum’at, 30 November 2018. Lokasi kegiatan fieldtrip berada di kebun buah naga Sabila Farm 1 yang bertempat di  Jl. Kaliurang Km. 18,5 Pakem, Kabupaten Seleman, DI Yogyakarta.

 

B.     Pelaksanaan

                    

WAKTU

KEGIATAN

MATERI

PELAKSANAAN

LOKASI

07.00-08.00

Perjalanan menuju Sabila Farm

 

Tim kampus dan mahasiswa

Kampus dan Sabila Farm

08.00-08.15

Tiba dilokasi

Penerimaan dan ramah tamah

Tim kampus, mahasiwa dan Pihak Sabila Farm

Sabila Farm

08.15-09.15

Motivasi dari bapak Gun Soetopo

Motivasi sukses, dan kiat-kiat menemukan peluang pasar agribisnis

Bapak Gun Soetopo dan Tim Sabila Farm

Sabila Farm

09.15-10.15

Kegiatan Lapangan

Kunjungan lapangan dan praktek singkat. Dilanjutkan dengan mencermati produk yang memiliki peluang pasar

Tim Kampus, Mahasiswa dan Tim Sabila Farm

Sabila Farm

10.15-11.00

Pasca panen

Pasca panen dan demo olahan sederhana

Tim Sabila Farm dan Mahasiswa

Sabila Farm

11.30-13.00

Sholat jum’at dan istirahat makan siang

 

Tim Kampus, Tim Sabila Farm dan  Mahasiswa

Masjid dan Sabila Farm

13.00-15.00

Kegiatan tambahan untuk mahasiswa

 

Tim Kampus dan Mahasiswa

Tempat Wisata

15.00-16.00

Perjalanan menuju kampus

 

Tim Kampus dan Mahasiswa

Kampus

                    

C.    Hasil Pelaksanaan 

 SSabila Farm merupakan perkebunan buah-buahan yang terletak di Jalan Kaliurang KM 18,5 Dusun Kertodadi Pakem-Sleman Yogyakarta. Desa Pakembinangun memiliki luas 41,80 Ha, berada di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman dengan koordinat 7o39’25”S dan 110o25’21”EBerdasarkan topografinya, Desa Pakembinangun berada pada ketinggian 398-976 km dari permukaan laut dengan curah hujan 200 mm/tahun, serta suhu rata-rata per tahun 23-30oC. Letak Desa Pakembinangun berada di lereng Gunung Merapi dan sering terkena dampak erupsi membuat tanah di desa ini berasal dari batuan vulkanik.

Lahan yang digunakan Sabila Farm untuk menanami buah-buahan khususnya buah naga tidak sesuai untuk kegiatan usaha tani karena memiliki curah hujanyang tinggi dan merupakan lahan padas.Dari keadaan tersebut, Bapak Gun Soetopo berinovasi dengan menghasilkan teknologi tepat guna sehingga kebun Sabila Farm yang memiliki lahan marginal (sub-optimal) dapat menghasilkan hasil panen yang optimal berkualitas premium. Teknologi yang diterapkan di Sabila Farm adalah teknologi pencahayaan lampu yang mengkondisikan penyinaran tanaman lebih dari dua belas jam untuk menstimulus munculnya bunga dan buah di luar musim. Dengan begitu Sabila Farm akan tetap berproduksi di luar musim panen Buah Naga walaupun kuantitasnya tidak sama dengan pada saat masa panen. Usaha tani yang dilakukan oleh Bapak Gun Soetopo ini menggunakan sistem pertanian organik, sehingga buah yang dihasilkan lebih berkualitas.

Usaha dagang sabila farm ini tidak memiliki kemitraan dalam bentuk apapun baik itu disektor hilir ataupun hulu. Di dalam mau pun luar negeri sabila farm ini tidak memiliki kemitraan. Tengkulak pun tidak ada dalam usaha dagang ini. Sabila farm ini tetap ingin berdiri sendiri tanpa ada nya kemitraan.

Kerjasama yang dilakukan oleh usaha dagang ini ada beberapa macam baik didalam maupun diluar negeri. Kerja sama sengat dibutuhkan bagi sabila farm ini dalam memasarkan produknya. Ada beberapa kerja sama yang dilakuakn oleh pihak sabila farm.

Pertama pada saat didalam negeri. Didalam negeri pak gun ada melakukan satu kerja sama yang menarik yaitu popi. Popi adalah pemuda petani. Dengan kerja sama dengan anak – anak muda membuat pak gun merasa sangat senang bila masih ada anak muda yang senang untuk bertani. Kerja sama ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat para mahasiswa dalam bertani. Jadilah petani yang bisa keliling dunia bersama pak gun. Popi ini tersebar diberbagai daerah di indonesia. Tempat – tempat nya seperti bogor, kalimantan barat, dan lain sebagainya. Dengan adanya kerja sama ini maka dapat diketahui anak – anak muda yang akan menjadi orang sukses. dengan adanya popi ini maka dalam pemasaran pun akan lebih mudah karena anak – anak muda saat ini pasti memiliki pemikiran yang kreatif untuk mengetahui peluang pasar dan memasarkannya

Kedua ketika berada diluar negeri. Kerja sama yang akan dilakukan yaitu dengan mencari partner. Dengan mendapatkan partner maka dalam pemasaran diluar negeri akan lebih mudah. Partner juga selain menjadi rekan kerja juga dapat menjadi promotor di negaranya. Sehingga dalam pasar luar negeri peran partner ini sangat lah penting.

Tak hanya diluar negeri, didalam negeri pun peran dari partner sangatlah besar dalam membeli dan mempromosikan produk di dalam negeri sendiri. Hal ini dapat menjadi nilai tambah sehingga kesejahteraan promotor dapat tercapai.

     Buah naga masih menjadi pilihan masyarakat karena buah naga memiliki banyak kegunaan dan manfaat. Dalam membudidayakan buah ini cukup mudah. Dengan harga yang cukup tinggi serta banyak nya minat dioasar akan buah ini, maka banyak orang yang ingin untuk membudidayakan tanaman yang satu itu. Namun sebelum itu ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum membudidayakan tanaman naga ini.

 Ketinggian tanah yang cocok untuk penanaman buah naga ini adalah 0 – 1000 MDPL. Curah hujan yang sesuai adalah kisaran 600 – 3000 ml/tahun. Tanah yang baik adalah tanah yang berpasir – lempung liat dengan pH tanah 6,2. Lahan tersebut adalah lahan yang tidak tergenang.

Dalam melakukan budidaya maka hal – hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

·                Pembibitan

Dalam budidaya buah naga terdapat proses pembibitan sulur buah naga. Tahapan pembuatan stek sulur buah naga adalah sebagai berikut :

1.   Benih yang digunakan adalah Stek batang (yang telah disertifikasi)

2.   Stek berukuran 30-35 cm yang bagian bawah stek diruncingkan sebagai penanda

3.   Kriteria sulur /batang yang dijadikan stek adalah sulur sudah tua dan pernah berproduksi

 

·                Persiapan Tanam Buah Naga

Kegiatan budidaya buah naga sebelum memasuki masa penanaman harus disiapkan beberapa hal yaitu sebagai berikut :

Jarak Tanam : 2,5 m X 2,5 m atau 3m X 3m (atau disesuaikan dengan kondisi lahan)

Tiang Panjatan :  BetonTinggi 2 m (saat penanaman 50 cm tiang ditanam). Diameter  tiang: 12 cm X 12 cm, rangka tiang 8 mm. Bahan  tiang beton dibuat dari adukan semen: koral/split: pasir dengan perbandingan 1:3:5 atau 1:2:3 Tiang Panjatan Kayu tanaman hidup “jaran” atau jaranan. Diameter tiang kayu jaranan ± 10 cm karena tiang kayu jaranan akan bertambah besar.

 

 

·         Penanaman

            Kegiatan penanaman buah naga mempunyai langkah-langkah sebagai berikut :

1.       Penanaman buah naga dilakukan dengan membuat ukuran lubang tanam 1 meter x 1 meter dengan kedalam 50 cm. Bagian bawah diukur dengan kedalam 30 cm dibentuk sesuai ukuran tiang.

2.       Dalam penanaman dibutuhkan nutrisi untuk buah naga seperti ; pupuk kandang sebanyak 10 kg, sekam bakar 1 kg dan kapur dolomit secukupnya sesuai dengan keadaan tanah.

3.      Menanam stek buah naga. Dalam penanaman dianjurkan tidak menanam terlalu dalam dan ikat . Tujuannya agar stek buah naga tidak mengalami pembusukan akar dan dilakukan pengikatan setek  agar tumbuh dengan tegak sesuai dengan media rambatan.

·        Pemupukan

Kegiatan pemupukan dilakukan ketika di awal penanaman diberi 20 kg pupuk kandang. pupuk susulan pada buah naga  dilakukan setiap 4 bulan sekali dengan memberikan pupuk kandang sebanyak 10 kg/tiang.

 

·        Pengairan

intensitas penyiraman pada masa awal dilakukan seminggu sekali dengan memperhatikan kondisi tanah apakah tanah tersebut sudah lembab atau kering. Hal tersebut dikarenakan buah naga tidak terlalu menyukai kondisi air yang menggenang.Buah Naga sangat efisien dalam penggunaan air, walau saat kemarau Buah Naga tidak disiram setiap hari. 

 

·        Pemangkasan

    Pemangksan dilakukan untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi oleh tanaman dan agar tiang panjatan tidak terlalu terbebani oleh banyaknya sulur.

 

·        Pengikatan

        Pengikatan dilakukan ditahun  pertama setelah penanaman, hal ini bertujuan agar sulur merasa aman dan nyaman untuk mengeluarkan akar sehingga dapat mencengkram serta tumbuh di tiang panjatan.  

 

·        Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan setahun setelah penaman buah naga. Waktu pemanenan relatif singkat. Karena dalam sebuah duri berubah menjadi sebuah bunga memerlukan waktu 20 hari. Dari bunga hingga buah itu memerlukan waktu 30 hari. Jadi total keseluruhan panen buah dapat kita lakukan sekitar lebih kurang 50-60 hari. Panen buah dapat dilakukan pada musim musim seperti saat ini yaitu bulan november – januari. Namun di sabila farm ini memberikan pencahayaan lagi sehingga bisa berbuah diluar musim. Pemanenan harus menggunakan gunting karena dalam memanen harus memotong bagian daun yang mana harus memutuskan batang buah nya. Dalam memotong buah pun harus bentuk “V”.

 

·         Produksi buah di sabila farm dan harga buah per Kg yaitu :

1.      Buah Naga Merah Rp. 30.000/Kg

2.      Buah Naga Kuning (Celenicereus Megalanthus) Rp. 200.000/Kg

3.      Buah Naga Orange Rp. 300.000/Kg

4.      Pepaya California Rp. 10.000/Kg

5.      Srikaya Jumbo Rp. 40.000/Kg

6.      Sirsak Rp. 20.000/Kg

7.      Ciplukan Peluvian Rp. 300.000/Kg

8.      Alpukat

9.      Jambu Kristal Rp. 25.000/Kg

10.  Lemon Seedless Pakem Rp. 30.000/Kg

11.  Durian Musang King

12.   Kurma

 

 Pembahasan

         Bentuk badan hukum yang dimiliki oleh Sabila Farm yaitu UD (Usaha Dagang). Sabila Farm memiliki visi dan misi yang ingin dicapai. Visi yang dimiliki oleh Sabila Farm yaitu meningkatkan kuantitas dan kualitas komoditas buah naga dan buah lainnya dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertanian, sedangkan misi dari Sabila Farm yaitu memperluas lahan penanaman buah naga dan buah lainnya, menerapkan teknologi budidaya dan pascapanen buahnaga dan buah lainnya dan menyelenggarakan pelatihan dan penelitian bagi masyarakat dan mahasiswa.

I.       Sejarah Singkat Perusahaan

Bapak Muhammad Gunung Soetopo bersama istrinya Ibu Elly Mulyati merupakan pemilik atau owner dari UD.Sabila Farm.Bapak Gunung Soetopo merupakan lulusan Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Beliau pernah bekerja sebagai pegawai negeri serta menjadi penasehat perusahaan benih hortikultura berteknologi tinggi. Selain itu, Bapak Gunung Soetopo juga pernah menjadi petani hortikultura di Depok dengan menanam melon, semangka, bungapotong dan memproduksi media tanam.Pengalaman menjadi penasihat perusahaan benih hortikultura berteknologi tinggi memberikanya ilmu dalam berusaha tani, sehingga beliau bertekad kebun Sabila Farm menjadi pelabuhan terakhir karir beliau..

Nama “Sabila” diambil dari nama anak bungsu pemilik perusahaan ini, selain itu kata “Sabila” memiliki arti yaitu Sarana Belajar Ilmu Allah.Pada awalnya, kebun Sabila Farm hanya berfungsi sebagaikebun produksi.Namun seiring dengan perkembangan keinginan pengunjung, fungsi kebun Sabila Farm bertambah menjadi kebun rekreasi.Oleh karena itu, pihak perusahaan melakukan pembenahan dalam penataan kebun dan penambahan fasilitas atau sarana wisata seperti aula joglo, gazebo dan penginapan.Beberapa tahun terakhir Sabila Farm juga menjadi tempat edukasi.Banyak pelajar dan mahasiswa yang melakukan PKL, magang maupun penelitian di kebun Sabila Farm.Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, bahkan beberapa diantaranya berasal dari luar negeri.

Hingga saat ini Sabila Farm telah berkembang menjadi kebun hortikultura berbasis Agrowisata, yang didalamnya mencakup kegiatan konservasi, produksi, rekreasi dan edukasi.Sabila Farm juga telah menginspirasi pelajar dan mahasiswa yang melakukan PKL, magang maupun penelitian untuk menjadi seorang agropreneur. Agrowisata Sabila Farm telah ramai dikunjungi oleh wisatawan dari dalam kota mauupun luar kota. Jumlah kunjungan dalam tiap tahun paling banyak pada saat musim panen yaitu pada bulan November-April. Pada tahun ke tahun secara umum mengalamai pengingkatan jumlah pengunjung, namun dikarenakan pengunjung yang datang tidak selalu menulis dalam buku tamu 31 maka angka yang tertulis terlihat menurun

 

II.    Lokasi dan Keadaan Umum Perusahaan

Sabila Farm merupakan perkebunan buah-buahan yang terletak di Jalan Kaliurang KM 18,5 Dusun Kertodadi Pakem-Sleman Yogyakarta. Desa Pakembinangun memiliki luas 41,80 Ha, berada di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman dengan koordinat 7o 39’25”S dan 110o 25’21”E.Kecamatan Pakem dibatasi oleh desa-desa sekitarnya yang meliputi:

1. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Hargobinangun.

2. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Umbulmartani.

3. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Wukisari.

4. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Harjobinangun.

Berdasarkan topografinya, Desa Pakembinangun berada pada ketinggian 398-976 km dari permukaan laut dengan curah hujan 200 mm/tahun, serta suhu rata-rata per tahun 23-30oC. Letak Desa Pakembinangun berada di lereng Gunung Merapi dan sering terkena dampak erupsi membuat tanah di desa ini berasal dari batuan vulkanik.

Lahan yang digunakan Sabila Farm untuk menanami buah-buahan khususnya buah naga tidak sesuai untuk kegiatan usaha tani karena memiliki curah hujan yang tinggi dan merupakan lahan padas.Dari keadaan tersebut, Bapak Gunung Soetopo berinovasi dengan menghasilkan teknologi tepat guna sehingga kebun Sabila Farm yang memiliki lahan marginal (sub-optimal) dapat menghasilkan hasil panen yang optimal berkualitas premium. Teknologi yang diterapkan di Sabila Farm adalah teknologi pencahayaan lampu yang mengkondisikan penyinaran tanaman lebih dari dua belas jam untuk 33 menstimulus munculnya bunga dan buah di luar musim. Dengan begitu Sabila Farm akan tetap berproduksi di luar musim panen Buah Naga walaupun kuantitasnya tidak sama dengan pada saat masa panen.

Usaha tani yang dilakukan oleh Bapak Gunung Soetopo ini menggunakan sistem pertanian organik, sehingga buah yang dihasilkan lebih berkualitas. Sabila Farm memiliki lima areal kebun buah yang tersebar di sekitar Jalan Kaliurang. Kebun Sabila Farm 1 ini merupakan tempat untuk kegiatan agrowisata, namun selain di kebun Sabila Farm 1 tersebut terkadang pengunjung juga 3dapat mengunjungi kebun Sabila Farm 2 apabila keadaan kebun Sabila Farm 1 sedang tidak berbuah atau buah habis dipanen. Kebun Sabila Farm 3,4 dan 5 difokuskan untuk kebun produksi. Komoditas buah yang diproduksi oleh Sabila Farm diantaranya

 

Sabila Farm 1

2,5 Ha 

Buah Naga Putih

Buah Naga Merah

Buah Naga Merah Super

Srikaya Jumbo

Kurma

Sabila Farm 2

1,1 Ha

Buah Naga Merah 

Buah Naga Merah Super 

Srikaya Jumbo 

Sabila Farm 3

1,2 Ha

Buah Naga Merah 

Buah Naga Merah Super 

Sabila Farm 4

3 Ha

Buah Naga Putih 

Buah Naga Merah 

Buah Naga Kuning 

Buah Naga Oren 

Srikaya Jumbo 

Lemon 

Alpukat 

Jambu Kristal 

Durian 

Pepaya California 

Sabila Farm 5

3 Ha

Srikaya Jumbo 

Sirsak Madu 

Alpukat 

Jambu Kristal 

Jambu Air Madu Deli 

Durian 

 

      Kebun Sabila Farm tidsak hanya menanam buah naga saja melainkan menananm buah-buahan lain seperti srikaya, kurma, alpukat, lemon, durian, papaya dan jambu. Selain memproduksi buah-buahan, Sabila Farm juga melakukan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produknya. Untuk buah, terdapat banyak produk olahan berupa buah potong (Slices Fruits), Selai dan Sirup Buah Naga; Dodol Buah Naga, Srikaya, dan Pepaya; Cheesse Stick Buah Naga, Pudding Buah Naga, Salad Buah Naga, Pecel Kulit Buah Naga, bahkan memanfaatkan Bunga Buah Naga yang diolah menjadi Teh Bunga Buah Naga.

Dalam pemasarannya, Sabila Farm tidak mendistribusikan produknya ke pasar swalayan dan retail. Sistem pemasaran yang digunakan adalah pemasaran langsung kepada pelanggan dengan sistem pesan atau order dan penjualan langsung di kebun.

Pelanggan Sabila Farm telah tersebar dari berbagai daerah di Indonesia khususnya JABODETABEK. Produk yang dipesan akan dikirim melalui agen pengiriman menggunakan transportasi bis, kereta dan pesawat terbang, lalu akan diantar ke rumah pengirim atau diambil di tempat pengiriman sesuai dengan kesepakatan pelanggan sebelumnya dengan biaya pengiriman.

 

III. PENUTUP

A.      KESIMPULAN

Berdasarkan Studi lapangan (field trip) yang telah dilaksanakan di  Sabila Farm buah (maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

1.      Sabila Farm, sebagai tempat agrowisata tanaman buah dalam bidang pertanian, telah menerapkan sistem budidaya yang profesional dengan berbagai jenis tanaman buah.

2.      Perancangan, penggunaan dan pemasaran buah yang dilakukan oleh Sabila Farm Berastagi sangat memperhatikan hal-hal dalam memajukan pertanian khususnya di Sleman.

 

B.       SARAN

          Melihat uraian di atas, maka kita tentu menjadi yakin bila budidaya tanaman buah khususnya buah naga punya prospek yang cukup bagus dalam hal pemasarannya. Karena saat ini masyarakat juga makin tertarik untuk mendapatkan dan mengkonsumsi buah ini. Apalagi bentuk buah naga yang unik ini juga punya daya tarik tersendiri, sehingga membuat orang makin bersemangat untuk membelinya.

          Dan bukan hanya di Indonesia saja, buah naga juga banyak di sukai di negara lain baik di Amerika, Asia bahkan Eropa. Karena semua sudah tahu kegunaandan khasiat dari buah ini. Jadi pangsa pasarnya juga makin luas, bukan hanya untuk domestik namun juga bisa ekspor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh proposal usaha budidaya kedelai

contoh proposal usaha budidaya jagung

contoh proposal usaha budidaya ubi jalar